panduan cnc milling feb

what's the difference between diamond and cbn products

what's the difference between diamond and cbn products

Diamond Resin Bond Wheels and CBN Resin Bond Wheels have been developed to meet the needs of precision grinding of hard materials. Natural and synthetic diamond and CBN abrasives manufactured with our high temperature bonds, guarantee high performing wheels that will grind hard materials. Wheel sizes for most CNC machines and wheels shapes for your grinding applications. If you do not find your required wheel we can manufacture to your specific needs.

Diamond resin bond wheels are used in grinding carbide, ceramics, alumina, quartz, plasma sprays, composites, and many other dense materials. Natural Diamonds being the first super abrasives used had limited success because of the thermal damage that would occur at 1300F. Today's Synthetic Diamonds can be Copper-coated, Nickel-coated, or UN-coated in multiple sizes and shapes. In most applications Synthetic and Natural Diamonds should be used with a synthetic coolant rather than dry.

CBN resin bond wheels are used in grinding Tool Steels, Hardened Alloy Steels, and Super alloys such as Inconel, Hastalloy, Waspalloy, and Rene 41. CBN is a second in hardness to Diamond and will withstand temperatures of 2500F. CBN can be coated or uncoated, a micro or mono structure along with a variety of shapes and mesh sizes. In most situations CBN should be used with coolant oil or water soluble oil.

panduan penting mesin milling (frais) cncwhat you need to know - hwacheon asia pacific pte. ltd

panduan penting mesin milling (frais) cncwhat you need to know - hwacheon asia pacific pte. ltd

Berfokus ke Milling (Frais) proses dimana mesin menggunakan alat potong yang berputar untuk memotong material dari sebuah benda kerja secara bertahap Mesin Milling (Frais) CNC adalah andalan pabrik-pabrik di seluruh dunia. mesin ini memanfaatkan berbagai alat potong di sepanjang satu sumbu atau lebih untuk menyingkirkan material dari sebuah benda kerja melalui cara mekanis.

Mesin Milling (Frais) CNC sering digunakan dalam berbagai industri manufaktur : dari industri seperti Kedirgantaraan, pengiriman, Otomotif, dan pengeboran/pemompaan minyak dan pemurnian (Refining) , untuk medis, manufaktur FMC, serta sektor rekayasa presisi.

Disebut juga dengan CNC Machining Centers (Pusat Pemesinan CNC), Mesin Milling (Frais) CNC yang lebih canggih dapat beroperasi di sepanjang beberapa sumbu. Mesin tersebut dapat dilengkapi dengan pengubah alat (Tool Changer) otomatis, sistem coolant mesin yang canggih, penukar palet, dan perangkat lunak yang canggih untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam proses pemesinan.

Mesin Milling (Frais) CNC adalah alat potong yang dioperasikan oleh mesin yang diprogram dan dikelola oleh sistem Computer Numerical Control (CNC) untuk menyingkirkan/memotong material dari benda kerja secara akurat. Hasil akhir dari proses pemesinan adalah part atau produk tertentu yang dibuat menggunakan perangkat lunak Computer Aided Design (CAD).

Mesin ini biasanya dilengkapi dengan poros (spindle) utama dan tiga sumbu linear untuk memosisikan atau memindahkan bagian yang akan dikerjakan. Versi yang lebih canggih memiliki sumbu rotasi ke-4 atau ke-5 untuk memungkinkan bentuk yang lebih presisi dengan berbagai dimensi dan ukuran untuk dikerjakan.

Mesin Milling (Frais) / Machining Centers (Pusat Pemesinan) CNC biasanya menggunakan proses pemotongan material yang disebut Milling (Frais) atau permesinan proses Milling (Frais) melibatkan pemosisian sepotong bahan pra-bentuk (juga dikenal sebagai benda kerja) ke perlengkapan yang dipasang ke platform di Mesin Milling (Frais). Alat yang berputar cepat (atau serangkaian alat yang dapat dipertukarkan) kemudian diaplikasikan pada material untuk menyingkirkan serpihan kecil material hingga bentuk yang diinginkan untuk bagian tersebut tercapai.

Milling (Frais) biasanya digunakan untuk bagian-bagian mesin yang tidak simetris dari sudut pandang aksial. Bagian-bagian ini memiliki lengkungan atau kontur permukaan yang unik, yang kemungkinan memerlukan kombinasi pengeboran & penguliran, alur (groove), slot, ceruk (recesses), kantung (pocket) dan lubang untuk mengerjakannya, Mereka juga dapat membentuk bagian perkakas untuk proses manufaktur lainnya misalnya dalam pembuatan cetakan 3D.

Dulu, Mesin Milling (Frais) dioperasikan secara manual. Operator harus menggunakan kombinasi mesin dengan alat-alat yang berbeda untuk mengerjakan bagian atau produk yang lebih kompleks. Atau mereka harus menggunakan berbagai pengaturan pada satu mesin hanya untuk menyelesaikan pekerjaan.

Dengan kemajuan teknologi seperti Kontrol CNC dan Penukar Alat Potong Otomatis (Automatic Tool Changers). efisiensi, fleksibilitas dan kecepatan yang lebih baik dapat dicapai bahkan untuk bagian yang lebih rumit. Penyediaan pembacaan digital dan sistem pengukuran juga telah meningkatkan akurasi dari proses pemesinan CNC.

Untuk melayani produsen yang membutuhkan fleksibilitas produksi dari High Mix, Low Volume (HMLV) atau batch kecil (small batch), Machining Centers (Pusat Pemesinan) CNC dapat dilengkapi dengan Penukar Pallet (Pallet Changers) atau solusi otomasi lainnya untuk menjadi bagian dari Flexible Manufacturing Cell (FMC) atau Flexible Manufacturing System (FMS) / Sistem Pemesinan Fleksibel). Hal ini memungkinkan mesin tersebut memenuhi berbagai macam permintaan dan kebutuhan pemesinan.

Prinsip umum untuk Mesin Milling (Frais) CNC atau Machining Center (Pusat Pemesinan) CNC adalah bagian yang dikerjakan dicekam diatas meja mesin. Bagian tersebut dapat dicekam langsung di atas meja atau ditahan ditempat oleh ragum (vice) atau fixture.

Poros/Spindle (bagian yang bergerak) termasuk alat potong kemudian diposisikan secara vertikal atau horizontal. Dalam konfigurasi tersebut, alatnya dapat mencapai berbagai posisi X-Y-Z pada benda kerja dan memulai tindakan pemotongan dan pembentukan. Saat melakukannya, benda kerja atau bagian-bagian dapat diposisikan, dipasang, dipindahkan/diposisikan oleh meja kerja dalam arah linier kearah poros(spindle) dengan alat potong. Hal ini memungkinkan material untuk disingkirkan/dipotong sesuai dengan bentuk yang diinginkan yang diperlukan untuk bagian mesin.

Untuk Mesin Milling (Frais) CNC (alias Machining Center (Pusat Pemesinan) CNC), benda kerja diposisikan atau dipasang dalam posisi menggunakan ragum (vice) atau fixture, sementara alat potong digerakkan diatas atau disekitar benda. Material kemudian secara bertahap disingkirkan menggunakan alat potong atau bor yang berputar dengan kecepatan tinggi dengan tingkat kecepatan pemakanan (feed rates) yang bervariasi di sepanjang dua sumbu atau lebih.

Namun, dalam kasus Mesin Bubut CNC (alias Pusat Pembubutan CNC), benda kerja (biasanya silinder) dipasang pada ragum (chuck) yang berputar atau pada poros (spindle) utama. Benda kerja tersebut kemudian diputar/Turned (oleh karena itu dinamai Pusat Pembubutan / Turning Center) atau diputar sepanjang sumbu utama sementara alat pemotong yang terletak di turret rotasi atau turret pemosisi akan bergerak secara paralel ke arah potongan. Material tersebut kemudian disingkirkan/dipotong menggunakan alat potong yang bergerak.

Dengan demikian, Mesin Milling (Frais) CNC menggunakan alat potong berputar dengan benda kerja yang bergerak, sedangkan Mesin Bubut CNC akan melibatkan benda kerja yang berputar yang akan dikerjakan oleh alat potong yang bergerak.

Bagian penting dari rangka (frame) adalah kepala tetap (Headstock) mesin dimana poros (spindle) utama dipasang. Kepala tetap, meskipun penting, sering kali diabaikan. Jika kepala tetap tidak tegar dan gagal memberikan stabilitas dan dukungan ke poros, anda bisa mendapatkan getaran dan gemerincing selama operasi pemesinan. Hal ini menyebabkan kesalahan pemesinan dan masa pakai alat pemotong menjadi lebih singkat.

Poros (Spindle) dapat dianggap sebagai jantung dari Mesin Milling (Frais) CNC. Biasanya terdiri dari unit pemutar (rotating assembly), dan Tapered Section di mana pencekam alat (tool holders) dapat ditempatkan. Batang Poros biasanya merupakan tempat alat dipasang, biasanya melalui dudukan alat (tool holder).

Untuk menjaga poros (spindle) dalam kondisi baik selama jangka waktu yang lama, bentuk pelumas yang bervariasi digunakan. Itu termasuk Grease Lubrication / Lubrikasi Gemuk (tidak cocok untuk durasi panjang dalam operasi kecepatan tinggi), Air-Oil Lubrications / Lubrikasi campuran Udara-Minyak (cukup untuk siklus yang lebih panjang yang dijalankan dalam kecepatan yang lebih tinggi) atau Hwacheon Oil-Jet-Lubrication (ideal untuk semua kondisi bahkan pengaplikasian kecepatan yang ekstrim, panjang, dan tinggi).

Kolom Machining Center (Pusat Pemesinan) CNC bisa tunggal (mis. Traveling Column HiRex 4000 atau juga C-Frame seperti HiT 400/360; VESTA line termasuk B; SIRIUS-650 / 850 / 1050) atau ganda (SIRIUS 1250 / 2500 / L1 / L2). Hal ini tergantung pada tingkat kompleksitas yang diperlukan dalam tugas pemesinan.

Ini adalah sistem saraf utama dari mesin. Ini berisi elektronik yang membantu mengontrol berbagai tindakan pemotongan melalui fungsi pemrograman. Panel kontrol memiliki monitor CNC dan tombol program di mana data dan kode dapat dimasukkan. Biasanya juga menawarkan fungsi manual. Untuk kemudahan pengoperasian mesin, panel kontrol harus mudah diakses dan mudah dijangkau.

Ini dipasang di kolom atau dipasang secara terpisah ke mesin. Yang terakhir lebih disukai jika diperlukan penukar alat yang lebih besar dengan 40 sampai 300 alat yang berbeda. Melakukannya tidak hanya membantu menghemat waktu dan tenaga ini juga membantu operator menghindari getaran yang tidak perlu selama pengoperasian.

(Di Eropa, istilah yang digunakan adalah SK 30, SK 40 atau SK 50, yang memiliki sudut yang sama dengan dudukan BT tetapi dengan alur orientasi tambahan pada flange. Bersama dengan key-stone yang dipasang di ujung poros (spindle), dudukan SK dapat berorientasi pada posisi tertentu. Misalnya: jembatan bor (Boring Bridges), batang bor, Kepala Milling bersudut (angular milling heads), dll.)

Versi BBT adalah versi peningkatan dari sistem BT standar yang menyediakan titik kontak ganda antara pencekam alat (tool holder) dan poros (spindle). Dengan demikian, alat ini menghubungkan dan mengikat dengan lebih kuat, memberikan getaran yang jauh lebih sedikit karena pencekam alat diseimbangkan dengan kelas Q 2.5. Hal ini tidak hanya meningkatkan kemampuan pemesinan dan hasil produksi mesin, tetapi juga memberikan permukaan yang lebih baik ke produk / mould, memperpanjang umur alat dan terakhir menghemat penggantian poros (spindle) dalam jangka panjang karena bearing akan bertahan lebih lama.

Bagaimana dengan Sistem HSK? Ini lebih ringan (bagus untuk pemesinan HSC), lebih pendek (bagus untuk penggantian alat lebih cepat), dan lebih kuat dari sistem BT (dudukan HSK-A63 2,5 kali lebih kuat dari dudukan BT 50). Sistem HSK juga menawarkan penyeimbangan yang sangat baik (Kelas Q 2.5). Karena pencekaman yang kuat dan bertenaga dari dalam ke luar, ikatan antara pencekam alat dan poros sangat ideal untuk pemesinan berat, pemotongan berat, atau operasi berkecepatan sangat tinggi pada saat yang bersamaan.

Baik versi BBT dan HSK menawarkan ikatan yang jauh lebih kaku dan lebih ketat antara pencekam alat dan poros karena sistem ini dilengkapi dengan pencekam kontak ganda (yaitu antara caper /kerucut dan permukaan ujung poros).

Meja menyediakan alas yang kokoh untuk mencekam benda kerja secara langsung, dan dapat digunakan untuk memasang perlengkapan atau ragum (vice) untuk menahan benda kerja di tempatnya. Sebagian besar meja menggunakan T-slot untuk memudahkan pencekaman ragum (vice), perlengkapan atau benda kerja.

Pada Mesin Milling (Frais) CNC horizontal, tersedia juga palet dengan lubang Tap (Tap-hole). Hal ini memungkinkan fleksibilitas yang lebih besar dalam memindahkan benda kerja yang berbeda untuk dikerjakan. Semakin banyak, magnet juga digunakan untuk pencekaman yang mudah, cepat dan aman. Ini sebaiknya dibangun ke dalam meja mesin untuk menghindari hilangnya ketinggian sumbu Z.

Sebagian besar Machining Centers (Pusat Pemesinan) CNC memiliki tangki pendingin (coolant) untuk membantuk memasok pendingin ke permukaan pemotongan atau poros (spindle) dengan alat selama proses pemesinan. Hal ini membantu memperpanjang masa pakai alat dan bagian-bagiannya. Selain itu, pendingin juga akan menghilangkan panas yang dihasilkan oleh proses pemesinan, dan menjaga suhu tetap terkendali.

Untuk menampung cairan pendingin dalam jumlah yang cukup untuk operasi pemotongan, aturan yang digunakan di sini adalah semakin banyak, semakin baik. Lebih banyak cairan pendingin membantu operator mencegah pemanasan cairan pendingin.

Umumnya, sistem CTS atau Coolant Through Spindle / Cairan Pendingin dialirkan melalui poros direkomendasikan untuk operasi pengeboran yang lebih dalam (lebih dalam dari 4 x diameter) atau saat seseorang mengerjakan rongga yang lebih dalam pada pengerjaan mould & die. Standar seharusnya 30bar dengan opsi tekanan cairan pendingin hingga 70bar. Hanya pengaplikasian yang sangat spesifik yang membutuhkan tekanan cairan pendingin yang lebih tinggi.

Perhatian perlu diberikan jika alat dengan diameter lubang pendingin yang lebih besar digunakan. Kebutuhan pemesinan seperti itu mungkin memerlukan High Pressure High Flow Rate Pump (Pompa dengan tekanan dan tingkat alir tinggi) untuk digunakan.

Pada umumnya, Mesin Milling (Frais) CNC dapat menggunakan berbagai alat potong dan pembentukan. Alat-alat ini membantu menyingkirkan/memotong material berdasarkan cara mereka bergerak di dalam mesin atau langsung dari bentuk pemotong.

Ketika anda menentukan Mesin Milling CNC yang tepat untuk kebutuhan pemesinan anda, dapat terbantukan dengan mempertimbangkan syarat spesifik dalam hal benda kerja yang akan dikerjakan, seperti ukuran benda kerja, kompleksitas bentuk dan rancangan, kepresisian, dan juga ketahanan dan stabilitas mesin.

Vertical Machining Centers (VMCs) dapat terbentuk umumnya dengan bentuk Rangka C, dimana adalah rancangan tradisional untuk VMC. Hal ini terbatas untuk ukuran mesin tertentu lebih dari ini, overhang dari poros (spindle) dan keseluruhan luas kerja mesin yang dibutuhkan terlalu besar.

Pusat Pemesinan dengan Kolom Ganda umumnya digunakan untuk benda kerja yang lebih besar dan dengan ukuran mesin. Namun, Mesin Milling ukuran kecil dengan kepresisian tingggi dapat juga di rancang dengan kolom ganda untuk meningkatkan ketegaran dan kepresisian (contoh disini meliputi SIRIUS UM+ / UL+ / UX / 1250 / 1350 / 1750 / 2500and L1 / L2 milik Hwacheon)

Mesin yang digunakan untuk meproses Milling benda kerja sederhana dengan standar kepresisian rendah umumnya berharga jauh lebih rendah (dan lebih sedikit kemampuan tambahan) dibandingkan dengan mesin yang digunakan untuk pengerjaan Mould and Dies dimana membutuhkan kepresisian dan standar produksi yang tinggi.

Pusat Pemesinan dengan Kolom Bergerak (seperti Hi-Rex 4000 / 5000 / 6000 milik Hwacheon) adalah Mesin Milling CNC dimana meja mesin dan benda kerja diam dan tidak bergerak. Segala gerakan pada 3 sumbu linear dibuat oleh kolom yang bergerak, termasuk poros (spindle) dan alat potong. Mesin ini dirancang special untuk benda kerja yang lebih tipis namun sangat panjang atau memungkinkan pencekaman lebih dari satu pada benda kerja.

Sering dilengkapi dengan Penukar Pallet, Pusat Pemesinan multi-poros vertikal atau horizontal merupakan Mesin Milling CNC mutakhir. Mesin ini dibuat untuk mencapai Kapasitas Produksi Optimal dan dirancang untuk produksi massal dari part yang rumit/kompleks.

Penggunaan Penukar Pallet Otomatis memudahkan untuk menurunkan waktu terbuang sekaligus meningkatkan produktifitas dan efisiensi. Hal ini juga digunakan sebagai bagian dari proses otomasi perusahaan anda. (baca artikel berikut untuk informasi lebih lanjut.)

Hampir semua Mesin Milling CNC hadir dengan standar 3 sumbu hingga 5-sumbu untuk memproses bentuk yang sangat komples (cont. Mold & Die) atau benda kompleks yang memerlukan pemosisian di berbagai sudut. Penggunaan Multi-Sumbu dapat melakukan pengerjaan pada hingga 5 permukaan benda kerja dalam sekali konfigurasi.

Dikenal juga sebagai mesin HSC, Pusat Pemesinan Kecepatan tinggi dapat digunakan untuk mencapai tidak hanya kualitas permukaan tertinggi dari produk yang di proses, tetapi juga menangani alat dengan diameter yang sangat kecil berukuran 0.030 mm atau lebih kecil.

Sama dengan sebelumnya, Pusat Pemesinan dengan Kapasitas Tinggi dirancang dan dibangun untuk menangani material benda yang sangat keras. Seperti Heat Resistant Stainless Steel, Inconel atau Titanium sebagai contoh kecil. (Pusat Pemesinan Produksi Hwacheon seperti H6 & H8 juga Pusat Pemesinan Vertikal kami seperti Vesta B-series dan SIRIUS line yang lebih besar merupakan mesin yang dirancang untuk menangani material tersebut tanpa masalah.)

Tergantung dengan kebutuhan perusahaan, Machining Centers (Pusat Pemesinan) dengan jalur pergerakan berbeda mungkin dibutuhkan. Mesin Milling CNC dengan Jalur Pergerakan kotak pada umumnya memberikan stabilitas dan damping hal ini meminimalisir getaran atau pergerakan, yang lebih baik. Jika pergerakan yang lebih cepat dan dinamis diperlukan, maka penggunaan jalur pergerakan roller liner dengan ukuran besar dapat dipertimbangkan.

Pada akhirnya, dalam memilih Mesin Milling CNC untuk perusahaan anda, anda perlu memfokuskan kepentingan utama pada keseluruhan rancangan mekanis mesin. Poros (Spindle) harus tidak hanya memberikan tenaga tetapi juga memberikan torsi tinggi dan RPM yang mumpuni untuk kebutuhan pemesinan anda.

Diluar ini, anda harus memastikan bahwa mesin anda memiliki lubrikasi dan sistem pendingin yang efektif. Mesin itu juga harus aman secara suhu dan memiliki kemampuan mencegah kenaikan suhu / pemanasan (Overheat) Overheating dapat menyebabkan suhu meningkat dan mendeformasi dalam siklus proses pemesinan berkelanjutan.

Harga dari Mesin Milling CNC atau Machining Centers (Pusat Pemesinan) bervariasi secara signikfikan. Mereka dapat berharga dibawah USD 50.000 hingga beberapa Juta USD untuk satu unit, tergantung komponen berbeda dan kompleksitas yang berada pada unit mesin tersebut.

Sebagai contoh, jika mesin membutuhkan memproses hingga ukuran 2 meter pada sumbu X dan 1,5 meter pada sumbu Y dengan 8000 RPM kecepatan poros (spindle) dan cukup baik untuk mencapai kepresisian 50-75 micron, ini mungkin membutuhkan biaya hingga USD 200.000. Mesin dengan ukuran yang sama untuk mencapai kepresisian 10-15 micron akan membutuhkan biaya USD 350.000 hingga USD 450.000, sedangkan mesin dengan ukuran yang sama yang dapat mencapai kepresisian 3-5 mikron alias Mother Machine memerlukan biaya hingga lebih dari USD 1,5 juta .

Terdapat banyak perusahaan yang menyediakan Mesin Milling (Frais) CNC dan Machining Centers (Pusat Pemesinan). Sebagai Pemimpin Industri Pembuat Mesin Korea Selatan, Hwacheon Machine Tools menawarkan berbagai varian dari Mesin Milling CNC dan 5-axis Machining Centers (Pusat Pemesinan 5 sumbu) yang dihadirkan dengan berbagai bentuk, ukuran dan konfigurasi yang memenuhi kebutuhan anda.

Didirikan pada tahun 1945, Hwacheon Machine Tools adalah salah satu pembuat Mesin Bubut CNC terbaik yang bermarkas di Korea Selatan. Setiap tahun nya, lebih dari 2800 mesin dikirim ke customer kami dari 8 pabrik di korea selatan dan 6 anak perusahaan di tersebar seluruh dunia. Hwacheon merupakan salah satu perusahaan pertama yang mengembangkan Smart Operating System dan perangkat lunak untuk Mesin CNC kami, didukung oleh fasilitas riset yang canggih

Untuk memastikan ketahanan dan kepresisian dari Mesin CNC kami, pabrik pengecoran kami hanya menggunakan bahan mentah premium, teknologi pengecoran yang unik dan pengalaman yang panjang. Segala proses manufaktur kami telah tersertifikasi dengan standar tinggi dan presisi.

kemampuan teknisi kami telah terasah dalam manual Scrapping, mencapai kepresisian tinggi yang hanya orang orang yang berpengalaman saja yang dapat melaksanakannya. Oleh karena itu, kami dapat membangun Mesin CNC dengan akurasi tak tersaingi yang dapat menyerap getaran dan mentransfer material secara stabil dalam proses Heavy-Cutting, mempunyai daya tahan lebih lama dari yang lain.

Related Equipments